Logo TIBS
TARUNA INSANI Boarding School
Artikel

Langit Bisa Berubah, Kau Tidak?

| Oleh: Dr. Muhammad Ali Ridho
Langit Bisa Berubah, Kau Tidak?

Langit Bisa Berubah, Kau Tidak?


Dr. Muhammad Ali Ridho
Sabtu, 25 Oktober 2025


Sebelum Jumat, langit terasa panas—panas seperti hati manusia yang sedang resah. Orang-orang berjalan cepat menuju masjid, seolah waktu hanya diciptakan untuk dikejar, bukan untuk disyukuri.


Lalu khutbah selesai. Angin berubah arah. Awan datang perlahan, dan tiba-tiba hujan turun deras. Ia membasahi tanah dan menenangkan jalan yang tadi berdebu oleh panas.


Aku berdiri di ambang musholla. Air menetes dari rambutku. Dingin meresap ke kulit, tetapi entah mengapa hati justru terasa hangat.


Langit baru saja bicara kepadaku. Seolah ia berkata, “Lihat… betapa mudah Allah mengubah segalanya. Panas menjadi sejuk, terang menjadi redup, dan redup kembali menjadi terang.”


Jika langit saja bisa berubah begitu mudah, mengapa aku masih takut menghadapi perubahan dalam hidupku sendiri? Jika Allah mampu mengangkat air dari laut, menahannya di awan, lalu menurunkannya dengan lembut dan tepat, mengapa aku masih ragu bahwa Dia juga mampu mengangkat bebanku?


Manusia memang pandai berdoa, tetapi sering gagal untuk percaya. Kita takut kehilangan sesuatu yang sejak awal bukan milik kita.


Langit tunduk, laut taat, dan hujan pun patuh pada waktunya. Justru manusia yang sering keras kepala—diberi akal untuk tunduk, tetapi sibuk mempertanyakan mengapa hidup berjalan seperti ini.


Maka jadilah hamba Allah. Mintalah kepada-Nya dengan hati yang jujur, tanpa pura-pura kuat. Karena hidup tidak pernah benar-benar berat, kecuali bagi mereka yang enggan bersujud—bukan hanya di atas sajadah, tetapi dalam seluruh perjalanan hidupnya, sebagai hamba yang tahu tempatnya di hadapan Tuhannya.

Bagikan: