Logo TIBS
TARUNA INSANI Boarding School
Berita Taruna Insani

SMP IT Taruna Insani Jadi Tuan Rumah Bimtek Penguatan Literasi dan Numerasi bagi 8 Sekolah

| Oleh: Tim Media Center Taruna Insani
SMP IT Taruna Insani Jadi Tuan Rumah Bimtek Penguatan Literasi dan Numerasi bagi 8 Sekolah

Bogor, 18 September 2026 — SMP IT Taruna Insani menjadi tuan rumah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi – Pemanfaatan Dana BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan dari delapan sekolah penerima BOS Kinerja dengan menghadirkan R. Lufky Muhammad, S.E., M.A.P. sebagai narasumber.


Bimtek ini menjadi ruang belajar bagi para pendidik untuk memperkuat pemahaman tentang literasi dan numerasi sekaligus menghubungkannya dengan praktik pembelajaran di satuan pendidikan. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak untuk berdiskusi, menganalisis data, mengerjakan lembar kerja, melakukan simulasi, mempresentasikan hasil, serta menyusun rencana tindak lanjut.


Kegiatan diawali dengan pembahasan mengenai berbagai miskonsepsi yang masih sering muncul dalam memahami literasi dan numerasi. Melalui aktivitas interaktif “Mitos atau Fakta”, peserta diajak menguji pemahaman mereka mengenai makna literasi dan numerasi, termasuk pandangan bahwa literasi hanya berkaitan dengan membaca dan menulis atau bahwa numerasi hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung.


Pembahasan kemudian berlanjut pada strategi penguatan literasi dan numerasi melalui tiga pendekatan, yaitu Pembiasaan, Pengembangan, dan Pembelajaran. Ketiga strategi tersebut dikaitkan dengan lingkungan fisik, sosio-afektif, dan akademik. Peserta bekerja dalam kelompok untuk menelaah strategi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan masing-masing.


Dalam sesi ini, peserta tidak hanya berdiskusi, tetapi juga menghasilkan gagasan dan mempresentasikannya melalui aktivitas kelompok. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat bahwa penguatan literasi dan numerasi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu mata pelajaran, tetapi membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi seluruh warga sekolah.


Salah satu bagian penting Bimtek adalah analisis Rapor Pendidikan. Peserta diajak membaca data capaian literasi dan numerasi satuan pendidikan, mengidentifikasi kompetensi yang perlu diperkuat, menelaah kemungkinan akar masalah, kemudian menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) melalui LK 1.


Peserta kemudian melanjutkan pembelajaran dengan mengenal keterkaitan Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Melalui simulasi dan kegiatan “Bedah Capaian Kompetensi”, peserta berlatih mengidentifikasi kompetensi yang perlu mendapatkan perhatian dan menghubungkannya dengan kondisi pembelajaran di kelas.


Materi tidak berhenti pada analisis data dan asesmen. Peserta juga diajak menerjemahkan hasil analisis tersebut menjadi perencanaan pembelajaran melalui pendekatan Backward Design. Pendekatan ini mengajak guru menyelaraskan Tujuan Pembelajaran, asesmen sebagai bukti ketercapaian, dan aktivitas pembelajaran melalui tahapan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi.


Pada sesi workshop, peserta menyusun perencanaan pembelajaran melalui LK 3 berdasarkan hasil analisis capaian TKA. Proses dilanjutkan dengan gallery walk dan umpan balik, sehingga peserta dapat melihat rancangan kelompok lain sekaligus memperoleh masukan untuk menyempurnakan perencanaan yang telah dibuat.


Rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok, presentasi, simulasi soal TKA, pengerjaan lembar kerja, serta refleksi. Pola kegiatan yang interaktif membuat peserta memiliki ruang untuk menghubungkan materi dengan tantangan pembelajaran yang mereka hadapi di sekolah masing-masing.


Di balik rangkaian pembelajaran tersebut, SMP IT Taruna Insani juga mempersiapkan berbagai kebutuhan sebagai tuan rumah. Penunjuk arah dan informasi ruangan disiapkan di beberapa titik untuk membantu peserta dan narasumber menemukan lokasi yang dituju. Tamu yang datang juga dilayani dan diantar hingga ke tempat tujuan.


Berbagai fasilitas pendukung disiapkan untuk menunjang kenyamanan kegiatan, mulai dari ruang Bimtek, perangkat presentasi, kabel pendukung, konsumsi, seminar kit, coffee corner, ruang makan, ruang ibadah, kamar mandi, hingga area parkir. Ketika muncul kendala teknis selama kegiatan, panitia dan operator segera melakukan penanganan agar rangkaian acara tetap berjalan.


Kesiapan panitia juga terlihat dari keberadaan Master of Ceremony (MC) yang standby di dalam ruangan sejak awal hingga kegiatan selesai. MC secara konsisten memandu alur acara dan membantu memastikan perpindahan dari satu sesi ke sesi berikutnya berjalan terarah. Kesiapan tersebut bahkan mendapatkan apresiasi dari narasumber selama kegiatan berlangsung.


Namun, pengalaman sebagai tuan rumah bukanlah satu-satunya hal yang menjadi perhatian. Hal utama dari kegiatan ini adalah bagaimana peserta memperoleh pemahaman dan pengalaman yang dapat dibawa kembali ke satuan pendidikan masing-masing. Melalui proses analisis, diskusi, praktik, dan refleksi, peserta diarahkan untuk tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi mulai menyusun langkah nyata untuk memperkuat pembelajaran.


Hasil kegiatan kemudian dituangkan dalam berbagai rencana tindak lanjut, mulai dari penguatan pembiasaan literasi dan numerasi, pengembangan kelas kompetensi, pembelajaran yang disesuaikan dengan level kemampuan peserta didik, hingga penguatan asesmen dan perencanaan pembelajaran berbasis hasil analisis TKA.


Pelaksanaan Bimtek di SMP IT Taruna Insani menjadi ruang bertemunya pendidik dari berbagai sekolah untuk belajar, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menyusun langkah perbaikan bersama. Kehadiran Taruna Insani sebagai tuan rumah menjadi bagian pendukung yang melengkapi proses belajar tersebut.


Pada akhirnya, Bimtek ini tidak hanya menjadi kegiatan satu hari, tetapi menjadi momentum untuk membawa hasil pembelajaran kembali ke sekolah masing-masing. Dari data menuju analisis, dari analisis menuju perencanaan, dan dari perencanaan menuju praktik pembelajaran yang lebih terarah.


SMP IT Taruna Insani — menjadi ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang tumbuh bersama bagi para pendidik.

Bagikan: